KALIMANTAN TIMUR
A. GEOGRAFI
Provinsi Kalimantan Timur terletak di paling timur Pulau Kalimantan. Tepatnya provinsi ini berbatasan langsung dengan Kalimantan Utara di sebelah Utara, Laut Sulawesi dan Selat Makasar di sebelah Timur, Kalimantan Selatan di sebelah Selatan, dan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah serta Malaysia di sebelah Barat. Daratan Kalimantan Timur tidak terlepas dari perbukitan yang terdapat hampir di seluruh kabupaten. Jumlah danau di provinsi ini juga cukup banyak yaitu sekitar 18 buah. Sebagian besar danau-danau tersebut berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan danau yang paling luas yaitu Danau Semayang dan Melintang yang masing-masing mempunyai luas area 13.000 ha dan 11.000 ha.
Tujuh kabupaten tersebut adalah Paser dengan ibu kota Tanah Grogot, Kutai Barat dengan ibu kota Sendawar, Kutai Kartanegara dengan ibu kota Tenggarong, Kutai Timur dengan ibu kota Sangatta, Berau dengan ibu kota Tanjung Redeb, Penajam Paser Utara dengan ibu kota Penajam, dan Mahakam Ulu dengan ibu kota Long Bagun (pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat). Sedangkan tiga Kota adalah Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Kalimantan Timur merupakan salah satu pintu gerbang utama di wilayah Indonesia bagian Timur. Daerah yang juga dikenal sebagai gudang kayu dan hasil pertambangan ini mempunyai ratusan sungai yang tersebar pada hampir semua kabupaten/kota dan merupakan sarana angkutan utama di samping angkutan darat, dengan sungai yang terpanjang Sungai Mahakam.
B. LUAS DAN BATAS WILAYAH
Daerah Kalimantan Timur yang terdiri dari luas wilayah daratan 127.346,92 km² dan luas pengelolaan laut 25.656 km², terletak antara 113°44' dan 119°00' Bujur Timur, dan antara 2°33 'Lintang Utara dan 2°25' Lintang Selatan.[26] Dengan adanya perkembangan dan pemekaran wilayah, Kalimantan Timur yang merupakan provinsi terluas ketiga setelah Papua dan Kalimantan Tengah, dibagi menjadi 7 (tujuh) kabupaten, 3 (tiga) Kota, 107 kecamatan dan 1.032 desa/kelurahan.
C.SEJARAH
Artikel utama: Sejarah Kalimantan Timur
Wilayah Kalimantan Timur dahulu mayoritas adalah hutan hujan tropis. Terdapat beberapa kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, diantaranya adalah Kerajaan Kutai (beragama Hindu), Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir dan Kesultanan Berau. Di pusat-pusat kerajaan tersebut berkembang bahasa serumpun yang memiliki benang merah dari leluhur bahasa yang sama yaitu rumpun bahasa Melayik.
Wilayah Kalimantan Timur meliputi Paser, Kutai, Berau dan juga Karasikan (Buranun/pra-Kesultanan Sulu) diklaim sebagai wilayah taklukan Maharaja Suryanata, gubernur Majapahit di Negara Dipa (yang berkedudukan di Candi Agung di Amuntai) hingga tahun 1620 pada masa Kesultanan Banjar. Bahkan sebelum adanya bala bantuan dari Kesultanan Demak, Kesultanan Banjar sudah melebarkan pengaruhnya ke Paser, Kutai, dan Berau.[7] Perjanjian yang ditanda tangani antara Pieter Pietarsz (utusan VOC) dengan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa ing Martapura, Raja Kutai Kartanegara dalam tahun 1635 memuat antara lain bahwa perdagangan bebas hanya dibolehkan antara Kerajaan Kutai dengan orang-orang Banjar dan Belanda saja.
Kedatangan orang Banjar membantu memperluas pengaruh kekuasaan Kesultanan Kutai terhadap masyarakat Dayak di pedalaman.[9][10] Semenjak itulah pedagang-pedagang asal Banjar mulai mendominasi sebelum kedatangan migrasi orang Bugis pada tahun 1638-1654 dan jatuhnya Makasar ke tangan Belanda tahun 1667. Antara tahun 1620-1624, negeri-negeri di Kaltim diklaim sebagai daerah pengaruh Sultan Alauddin dari Kesultanan Gowa, Makassar, sebelum adanya perjanjian Bungaya.
Menurut Hikayat Banjar Sultan Makassar pernah meminjam ("menyewa") tanah untuk tempat berdagang meliputi wilayah timur dan tenggara Kalimantan kepada Sultan Mustain Billah dari Banjar sewaktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan Sultan Tallo I Mangngadaccinna Daeng I Ba’le’ Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang,[7] yang menjadi mangkubumi dan penasihat utama bagi Sultan Muhammad Said, Raja Gowa tahun 1638-1654 dan juga mertua Sultan Hasanuddin[12][13][14] yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)[7], sejak itulah mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan. Namun berdasarkan Perjanjian Kesultanan Banjar dengan VOC pada tahun 1635, VOC membantu Banjar mengembalikan negeri-negeri di Kaltim menjadi wilayah pengaruh Kesultanan Banjar. Hal tersebut diwujudkan dalam perjanjian Bungaya, bahwa Kesultanan Makassar dilarang berdagang hingga ke timur dan utara Kalimantan.
Sesuai traktat 1 Januari 1817, Sultan Sulaiman dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia Belanda. CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN 4 Mei 1826. / B 29 September 1826 No. 10, Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Pada tahun 1846, Belanda mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk wilayah Borneo Timur (sekarang provinsi Kalimantan Timur dan bagian timur Kalimantan Selatan) bernama H. Von Dewall.[17] Kaltim merupakan bagian dari Hindia Belanda Kaltim 1800-1850.[19] Dalam tahun 1879, Kaltim dan Tawau merupakan Ooster Afdeeling van Borneo bagian dari Residentie Zuider en Oosterafdeeling van Borneo.[20] Dalam tahun 1900, Kaltim merupakan zelfbesturen (wilayah dependensi)[21] Dalam tahun 1902, Kaltim merupakan Afdeeling Koetei en Noord-oost Kust van Borneo.Tahun 1942 Kaltim merupakan Afdeeling Samarinda dan Afdeeling Boeloengan en Beraoe.
Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memiliki 8 provinsi, yaitu: Sumatra, Borneo (Kalimantan), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil. Pada masa pergerakan kemerdekaan (1945-1949), Indonesia mengalami perubahan wilayah akibat kembalinya Belanda untuk menguasai Indonesia, dan sejumlah "negara-negara boneka" dibentuk Belanda dalam wilayah negara Indonesia. Wilayah Kalimantan Timur baru bergabung ke dalam Negara Republik Indonesia secara resmi pada 10 April 1950.
Sebelumnya, pada awal 1950 rakyat Kaltim dalam wadah koalisi Front Nasional yang dipimpin Abdoel Moeis Hassan (bukan Inche Abdoel Moies) menuntut penghapusan swapraja-swapraja alias empat Kesultanan yang ada di Kaltim serta menuntut agar Federasi Kaltim bergabung ke RI.
Kala itu, Federasi Kaltim warisan Van Mook berada dalam kedaulatan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS), bukan RI. Pemerintahan Federasi Kaltim merupakan gabungan Kesultanan Kutai, Sambaliung, Gunung Tabur, Bulungan, plus neoswapraja Pasir.
Tuntutan Front Nasional dipenuhi pemerintah lokal dan pusat. Berturut-turut: Februari, 10 Maret, dan 16 Maret; Dewan Kaltim, Federasi Kaltim, dan Residen Kaltim meminta Pemerintah RIS mewujudkan tuntutan rakyat Kaltim. 19 Maret Pemerintah RI setuju. 24 Maret Presiden RIS juga setuju.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur#/media/Berkas:Replika_Prasasti_Yupa.JPG
D. DEMOGRAFI
Suku Bangsa
Artikel utama: Suku bangsa di Kalimantan Timur
Suku bangsa paling dominan tahun 2010 di Kalimantan Timur (termasuk Kalimantan Utara) yaitu suku Jawa (30,24%) yang menyebar di hampir seluruh wilayah terutama kawasan transmigrasi hingga perkotaan. Suku bangsa terbesar kedua yaitu suku Bugis (20,81%) yang banyak menempati kawasan pesisir pantai dan perkotaan. Suku bangsa terbesar ketiga adalah Banjar (12,45%) yang cukup dominan di Kota Samarinda dan Balikpapan. Kalimantan Timur merupakan tujuan utama migran asal Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan Selatan.
Di urutan keempat yaitu suku Dayak (9,94%) yang menempati kawasan pedalaman, terutama seperti kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Suku Kutai (7,80%) yang mendiami Kutai Kartanegara dan Kutai Timur berada di urutan kelima. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut;
|
NO
|
SUKU BANGSA
|
JUMBLAH(2010)
|
%
|
|
1
|
Jawa
|
1.069.605
|
30,24
|
|
2
|
Bugis
|
735.819
|
20,81%
|
|
3
|
Banjar
|
440.453
|
12,45%
|
|
4
|
Dayak
|
351.437
|
9,94%
|
|
5
|
Kutai
|
275.696
|
7,80%
|
|
6
|
Toraja
|
78.251
|
2,21%
|
|
7
|
Paser
|
67.015
|
1,89%
|
|
8
|
NTT
|
58.118
|
1,64%
|
|
9
|
Sunda
|
55.659
|
1,57
|
|
10
|
Madura
|
46.823
|
1,32%
|
|
11
|
Buton
|
44.193
|
1,25%
|
|
12
|
Batak
|
37.145
|
1,05%
|
|
13
|
Tionghoa
|
32.757
|
0,92%
|
|
14
|
Sasak,NTB
|
32.224
|
0,91%
|
|
15
|
Makassar
|
31.701
|
0,90%
|
|
16
|
Minahasa
|
20.413
|
0,58%
|
|
17
|
Bali
|
8.630
|
0,24%
|
|
18
|
Palembang
|
8.038
|
0,23%
|
|
19
|
Papua
|
7.837
|
0,22%
|
|
20
|
Maluku
|
6.746
|
0,19%
|
|
21
|
Minangkabau
|
6.670
|
0,19%
|
|
22
|
Melayu
|
6.053
|
0,17%
|
|
23
|
Lampung
|
4.602
|
0,13%
|
|
24
|
Betawi
|
4.080
|
0,12%
|
|
25
|
Gorontalo
|
2.974
|
2,08%
|
|
|
Suku-suu
lainya
|
103.569
|
2,92%
|
|
|
Total
|
3.536.503
|
100,00%
|
E.AGAMA DAN SUKU BANGSA
Data pemerintahan Kalimantan Timur tahun 2020 menunjukkan bahwa masyarakat penduduk di Kalimantan Timur mayoritas penganut agama Islam, berjumlah 87,40%. Selain agama Islam juga terdapat berbagai agama lain yang diakui di Indonesia yakni Kristen Protestan 7,53%, kemudian Kristen Katolik 4,41%, Buddha 0,41%, Hindu 0,23% dan lainnya 0,01%.
AGAMA DI KALIMANTAN TIMUR SEMESTER 11 2019
AGAMA %
ISLAM 87.40%
KRISTEN PROTESTAN 7.53%
KATOLIK 4.41%
BUDHA 0.41%
HINDU 0.23%
KONGHUCU 0.01%
KAHARINGAN 0.01%
|
AGAMA
DI KALIMANTAN TIMUR SEMESTER 11 2019
|
|
AGAMA
|
%
|
|
ISLAM
|
87.40%
|
|
KRISTEN
PROTESTAN
|
7.53%
|
|
KATOLIK
|
4.41%
|
|
BUDHA
|
0.41%
|
|
HINDU
|
0.23%
|
|
KONGHUCU
|
0.01%
|
|
KAHARINGAN
|
0.01%
|
F. EKONOMI
Hasil utama provinsi ini adalah hasil tambang seperti minyak, gas alam dan batu bara. Sektor lain yang kini sedang berkembang adalah agrikultur, pariwisata dan industri pengolahan.
Beberapa daerah seperti Balikpapan dan Bontang mulai mengembangkan kawasan industri berbagai bidang demi mempercepat pertumbuhan perekonomian. Sementara kabupaten-kabupaten di Kaltim kini mulai membuka wilayahnya untuk dibuat perkebunan seperti kelapa sawit dan lain-lain.
Kalimantan Timur memiliki beberapa tujuan pariwisata yang menarik seperti kepulauan Derawan di Berau, peternakan buaya di Balikpapan, peternakan rusa di Penajam, Kampung Dayak Pampang di Samarinda, Pulau Kumala di Tenggarong dan lain-lain.
Tapi ada kendala dalam menuju tempat-tempat di atas, yaitu transportasi. Banyak bagian di provinsi ini masih tidak memiliki jalan aspal, jadi banyak orang bepergian dengan perahu dan pesawat terbang dan tak heran jika di Kalimantan Timur memiliki banyak bandara perintis. Selain itu, akan ada rencana pembuatan Highway Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangata demi memperlancar perekonomian.
Penghasil Minyak Gas Alam
Batu Bara
G.PEMERINTAHAN
Gubernur
Artikel utama: Daftar gubernur Kalimantan Timur
Pegawai Negeri Sipil
Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer di kantor pemerintah kabupaten/ kota se-Kalimantan Timur berjumlah 87.408 orang, yang terbanyak di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu 16.575 orang, sedangkan yang paling sedikit di Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu yaitu sebanyak 742 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan PNS pada kantor pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur, 14 orang (13 laki-laki dan 1 perempuan) berpendidikan S-3, berpendidikan S1/DIV sebanyak 2.155 orang, sedangkan berpendidikan SLTA 2.759 orang.
Dewan Perwakilan
Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur
DPRD Kalimantan Timur beranggotakan 55 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Kalimantan Timur terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Kalimantan Timur yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 2 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda, Sutoyo, di Gedung Utama DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Komposisi anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana Partai Golongan Karya merupakan pemilik kursi terbanyak yaitu 12 kursi.Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kalimantan Timur dalam dua periode terakhir.
[37][38][39][40]
Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019
Sebelum Pemekarana 2014-2019
Sesudah Pemekaranb 2019-2024
PKB
5 4 5
Gerindra
6 6 8
PDI-P
7 10 11
Golkar
12 13 12
NasDem
3 2 2
PKS
4 4 4
PPP
3 4 4
PAN
5 4 5
Hanura
5 4 1
Demokrat
5 4 3
Jumlah Anggota 55 55 55
Jumlah Partai 10 10 10
Keterangan:
aDPRD Kaltim dan DPRD Kaltara
bDPRD Kaltim
H. Pariwisata
Sumber daya alam
Keanekaragaman hayati
Kalimantan Timur memiliki kekayaan flora dan fauna.Di Kalimantan Timur kira-kira tumbuh sekitar 1000-189.000 jenis tumbuhan,[butuh rujukan] antara lain anggrek hitam yang harga per bunganya dapat mencapai Rp, 100.000,- hingga Rp, 500.000,-
Sumber daya alam
Masalah sumber daya alam di sini terutama adalah penebangan hutan ilegal yang memusnahkan hutan hujan, selain itu Taman Nasional Kutaiyang berada di Kabupaten Kutai Timur ini juga dirambah hutannya. Kurang dari setengah hutan hujan yang masih tersisa. Pemerintah lokal masih berusaha untuk menghentikan kebiasaan yang merusak ini. Selain Itu Juga Memiliki Sumber daya Alam untuk Pariwisata.
• Air Terjun Tanah Merah, Samarinda.
•Danau Melintang di kutai katanegara,selatan Kaltim
Lagu daerah
• Burung Enggang (bahasa Kutai)
• Meharit (Bahasa Kutai)
• Sabar'ai-sabar'ai (Bahasa Banjar)
• Anjat Manik (Bahasa Melayu Berau Benua)
• Bebilin (Bahasa Tidung)
• Andang Sigurandang (Bahasa Tidung)
• Bedone (Bahasa Dayak Benuaq)
• Ayen Sae (Bahasa Dayak)
• Sorangan (Bahasa Banjar)
• Lamin Talunsur (Bahasa Kutai)
• Buah Bolok (Bahasa Kutai)
• Aku Menyanyi (Bahasa Kutai)
• Sungai Kandilo (Bahasa Dayak Paser)
• Rambai Manguning (Bahasa Banjar)
• Ading Manis (Bahasa Banjar)
• Indung-Indung (Bahasa Melayu Berau)
• Basar Niat (Bahasa Melayu Berau)
• Berampukan (Bahasa Kutai)
• Undur Hudang (Bahasa Kutai)
• Kada Guna Marista (Bahasa Banjar)
• Tajong Samarinda (Bahasa Kutai)
• Citra Niaga (Bahasa Kutai)
• Taman Anggrek Kersik Luwai
• Ne Poq Batangph
• Banuangku
• Kekayaan Alam Etam (Bahasa Kutai)
• Mambari Maras (Bahasa Banjar)
• Kambang Goyang (Bahasa Banjar)
• Apandang Jakku
• Keledung
• Ketuyak
• Jalung
• Antu
• Mena Wang Langit
• Tung Tit
• To Kejaa
• Ting Ting Nging
• Endut-Endut
• Enjung-Enjung
• Julun Lajun
• Sungai Mahakam
• Samarinda Kota Tepian (Bahasa Kutai)
• Jagung Tepian
• Kandania
• Sarang Kupu
• Adui Indung
• Nasi Bekepor (Bahasa Kutai)
• Nasib Awak
• Tenau
• Luwai
• Balarut di Sungai Mahakam (Bahasa Banjar)
• Leleng (Bahasa Kenyah)
• Merutuh(Bahasa Tonyooi-Benuaq)
Seni suara
• Bedeguuq (Dayak Benuaq)
• Berijooq (Dayak Benuaq)
• Ninga (Dayak Benuaq)
• Enluei (Dayak Wehea)
Seni berpantun
• Perentangin (Dayak Benuaq)
• Ngelengot (Dayak Benuaq)
• Ngakey (Dayak Benuaq)
• Ngeloak (Dayak Benuaq)
I.KEBUDAYAAN
Musik
• Tingkilan (suku Kutai)
• Musik Sempek/Kejien (suku Dayak Wehea)
Tarian
• Tarian Gantar dari Suku Dayak Benuaq
• Tarian Ngeleway dari Suku Dayak Benuaq
• Tarian Ngerangkaw dari Suku Dayak Benuaq
• Tarian Kencet dari Suku Dayak Kenyah
• Tarian Datun dari Suku Dayak Kenyah
• Tarian Hudoq dari Suku Dayak Wehea
• Tarian Kejien dari Suku Dayak Wehea
•Belian
• Tarian Maropeng dari Suku Banjar Samarinda
• Tari Topeng dari Suku Kutai
• Tari Jepen dari Suku Kutai, Melayu Berau, Tidung dan Paser
Penyembuhan Penyakit
• Beliatn Bawo (suku Dayak Benuaq)
• Beliatn Sentiyu (suku Dayak Benuaq)
• Beliatn Kenyong (Suku Dayak Benuaq)
• Beliatn Luangan (suku Dayak Benuaq)
• Beliatn Bejamu (suku Dayak Benuaq)
Tolak Bala/Hajatan/Selamatan
• Nuak (dari Suku Dayak Benuaq)
• Bekelew (suku Dayak Benuaq)
• Nalitn Tautn (suku Dayak Benuaq)
• Paper Maper (suku Dayak Benuaq)
• Besamat (suku Dayak Benuaq)
• Pakatn Nyahuq (suku Dayak Benuaq)
Perkawinan
• Ngompokng (suku Dayak Benuaq)
• Tari Kantarijar (suku Kutai)
Senjata tradisional
Mandau
• Mandau - Manaau
• Gayang
• Keris Buritkang
• Sumpit - Potaatn
• Perisai - Keleubet
• Tombak - Belokokng
Upacara adat kematian
• Kwangkey/Kuangkay (suku Dayak Benuaq)
• Kenyeuw (suku Dayak Benuaq)
• Parepm Api/Tooq (suku Dayak Benuaq)
J.TOKOH TERKENAL
Abdoel Moeis Hassan.
Abdul Rasid.
Adies Kadir.
K. PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN
Dalam bidang pendidikan, Kalimantan Timur terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan guna mencetak sumber daya manusia Provinsi Kalimantan Timur yang dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuat langkah-langkah diantaranya mencanangkan Program Wajib Belajar 12 Tahun dan dialokasikannya dana APBD sebesar 20% untuk pendidikan. Selain itu juga pemerintah mempunyai program beasiswa yaitu Kaltim Cemerlang yang diperuntukkan untuk masyarakat Kalimantan Timur dalam rangka meningkatkan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur memiliki universitas terbesar yaitu Universitas Mulawarman, Universitas ini telah banyak didukung dalam pengembangan dari infrastruktur maupun kualitas SDM tenaga pendidik oleh Pemerintah Provinsi. Selain Universitas Mulawarman juga terdapat perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya yang juga didukung oleh Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.
Selain perguruan tinggi, provinsi Kalimantan Timur terus meningkatkan kualitas sekolah-sekolah dari segi SDM dan infrastruktur. Kini telah banyak sekolah-sekolah bertaraf nasional maupun internasional yang sedang digarap
https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur#/media/Berkas:Gedung_Rektorat_Universitas_Mulawarman.jpg